
Kalau ngomongin material atap rumah yang awet dan punya kualitas premium, nama genteng Kebumen pasti langsung muncul di benak banyak orang, terutama yang paham dunia konstruksi dan material bangunan.
Bukan tanpa alasan, genteng Kebumen sudah terkenal luas tidak hanya di dalam negeri, tapi juga sampai menembus pasar internasional.
Rahasia di balik kualitas genteng Kebumen ini sebenarnya ada pada bahan bakunya, yaitu tanah liat khas daerah Sokka.
Tanah liat Sokka ini bukan tanah liat biasa. Kandungan mineralnya cukup tinggi sehingga menghasilkan genteng yang padat, kuat, dan tahan lama meski sudah berpuluh-puluh tahun.
Bahkan, keunggulan tanah liat ini sudah tercium sejak zaman kolonial Belanda dulu. Konon, pemerintah kolonial saat itu sampai melirik daerah Sokka sebagai salah satu sumber bahan baku genteng terbaik di Pulau Jawa.
Berkat reputasi itulah, sampai sekarang julukan “genteng Sokka” identik dengan genteng Kebumen kualitas tinggi.
Setiap kali orang mencari harga genteng Sokka Kebumen, hampir bisa dipastikan mereka sedang mencari genteng dengan standar kekuatan dan daya tahan di atas rata-rata.
Selain karena kualitas tanah liatnya, keberadaan pabrik genteng Kebumen yang tersebar di berbagai titik, khususnya di Kecamatan Sokka, juga jadi faktor penting kenapa produk ini bisa bertahan sebagai primadona sampai sekarang. Proses produksinya yang masih menjaga kearifan lokal dipadukan dengan teknik modern membuat kualitas genteng tetap terjaga, bahkan makin berkembang dari waktu ke waktu.
Nah, di sini ini kita akan bahas beberapa jenis genteng Kebumen yang paling populer dan sudah punya nama besar. Mari simak sampai habis!
1. Genteng Plentong Sokka

Masuk ke jenis pertama, ada genteng plentong Sokka yang merupakan salah satu primadona di antara sekian banyak jenis genteng Kebumen yang beredar di pasaran.
Genteng ini punya bentuk yang khas, yaitu melengkung rapi dan sangat sederhana, merupakan jenis genteng tanah liat yang tampak paling simpel.
Dari segi fungsi, genteng plentong Sokka punya kemampuan mengalirkan air hujan dengan sangat baik berkat lekukannya. Jadi risiko air merembes atau bocor bisa kita minimalkan. Tidak heran kalau genteng jenis cocok untuk rumah-rumah tradisional maupun bangunan modern yang ingin menghadirkan sentuhan klasik pada desain atapnya.
Soal kekuatan tidak perlu Anda ragukan. Karena produksi langsung dari tanah liat Sokka yang kaya mineral, genteng plentong jelas awet dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, baik itu panas terik maupun hujan deras.
Bahkan banyak orang yang mengaku genteng ini bisa bertahan puluhan tahun tanpa mengalami keretakan atau perubahan warna yang signifikan. Ya, meski tanpa perawatan yang rumit.
Sedangkan kalau bicara soal harga genteng Sokka Kebumen jenis plentong ini, sebenarnya cukup bervariasi tergantung kualitas dan grade yang Anda pilih.
Ada beberapa tingkatan kualitas, mulai dari grade standar sampai grade premium (A1 super) dengan hasil warna yang lebih pekat. Semakin tinggi grade-nya, semakin mahal juga harganya, tapi sebanding dengan kualitas dan daya tahannya.
Kekuatan dan ketahanan antar grade tidak ada yang berbeda. Hanya soal warna saja yang membedakan antara grade A1super, A2, maupun A3.
Menariknya lagi, genteng plentong juga jadi salah satu produk genteng Kebumen yang paling banyak diekspor ke luar negeri. Banyak negara tetangga yang tertarik dengan keunikannya, namun lebih tertarik dengan kekuatan dan ketahanan yang memang sudah terbukti.
2. Genteng Magas Sokka

Selanjutnya ada genteng magas Sokka, salah satu jenis genteng Kebumen yang juga tidak kalah populer dari plentong. Kalau plentong punya lengkungan tinggi di tengah, genteng magas tampil dengan profil yang lebih menonjol dan permukaan yang kecil. Desain ini membuat tampilannya terlihat lebih modern, cocok untuk Anda yang suka gaya atap minimalis.
Nama “magas” sendiri konon diambil dari istilah lokal yang menggambarkan bentuk genteng yang menjulang namun tetap proporsional. Meski tampilannya ada aksen garisnya, jangan salah, kekuatan genteng magas Sokka ini tetap juara.
Sama-sama dari tanah liat pilihan daerah Sokka yang kaya mineral, genteng ini juga tahan lama dan tidak gampang keropos meski terkena panas dan hujan silih berganti selama bertahun-tahun.
Salah satu keunggulan genteng magas yang bikin banyak orang jatuh hati adalah sistem penguncian antar genteng yang presisi. Jadi saat Anda pasang, genteng ini bisa saling mengunci dengan rapat sehingga potensi kebocoran akibat celah antar genteng bisa Anda tekan seminimal mungkin.
Sistem penguncian itu jadi nilai plus tersendiri apalagi untuk daerah yang curah hujannya tinggi.
Dari sisi harga genteng Sokka Kebumen untuk tipe magas ini hampir sama dengan plentong, meski tetap tergantung pada grade dan kualitas pembakaran.
Pabrik genteng Kebumen bahkan menawarkan varian warna yang lebih beragam untuk genteng magas. Mulai dari warna natural tanah liat sampai warna yang sudah ada finishing khusus (glazur) supaya makin awet dan estetik.
Yang menarik, genteng Kebumen jenis magas Sokka ini juga mulai dilirik pasar luar negeri, terutama negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Sebab, mereka memiliki iklim tropis mirip Indonesia.
3. Genteng Morando Sokka

Terakhir, ada genteng morando Sokka yang jadi penutup manis dari daftar jenis genteng Kebumen unggulan di artikel ini. Genteng morando ini punya ukuran genteng yang paling lebar dan panjang daripada dua jenis sebelumnya. Bentuknya lebih modern sering jadi pilihan utama buat bangunan-bangunan yang ingin tampil beda dengan sentuhan estetika yang lebih artistik.
Kalau melihat sejarahnya, genteng morando termasuk salah satu varian yang mengalami banyak inovasi desain dari masa ke masa.
Para pengrajin di Sokka terus mengembangkan cetakan dan teknik produksinya supaya hasil akhirnya makin presisi dan rapi. Tidak heran kalau genteng jenis ini sering jadi favorit arsitek yang mengerjakan proyek rumah bergaya klasik-eropa atau bahkan bangunan heritage yang butuh sentuhan detail lebih.
Soal ketahanan, morando tetap mengandalkan bahan baku andalan, yaitu tanah liat Sokka yang kaya mineral tadi. Proses pembakarannya juga dengan suhu tinggi supaya menghasilkan genteng yang padat, keras, dan minim pori-pori.
Hasilnya, genteng yang lebar ini tetap tahan terhadap rembesan air dan tidak mudah retak. Dari segi harga genteng morando sedikit lebih tinggi dari plentong maupun magas.
Wajar saja, mengingat ukurannya yang lebih lebar dan panjang, sehingga membutuhkan lebih banyak bahan baku tanah liat. Tapi soal kualitas, harga segitu memang sepadan dengan hasil yang Anda dapat.
Ingin salah satu dari jenis genteng tersebut? Atau konsultasi dengan genteng Kebumen asli dan original lain? Anda bisa terhubung langsung denga produsen asli Sokka, Kebumen dengan menghubungi kami di Genteng Sokka ID. Konsultasi gratis.





Tinggalkan komentar